Waktu belajar biologi untuk ulangan, aku sadar fotosintesis itu mirip sekali dengan memasak. Tumbuhan adalah juru masaknya, daun adalah dapurnya, dan hasilnya adalah makanan untuk tumbuhan itu sendiri. Jadi aku menulis catatan belajarku dalam bentuk resep.

Bahan-bahan

  • Air (H₂O), diserap dari tanah lewat akar.
  • Karbon dioksida (CO₂), diambil dari udara lewat lubang kecil di daun yang disebut stomata.
  • Cahaya matahari, sebagai sumber energi. Ini seperti api kompor di dapur.

Alat

  • Daun, tempat semua proses terjadi.
  • Kloroplas, bagian kecil di dalam sel daun. Anggap saja ini panci.
  • Klorofil, zat hijau di dalam kloroplas yang menangkap cahaya. Klorofil juga yang membuat daun berwarna hijau.

Cara membuat

Langkah 1: Nyalakan kompor (reaksi terang). Klorofil menangkap cahaya matahari. Energinya dipakai untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. Oksigen dilepas ke udara, dan itulah oksigen yang kita hirup.

Langkah 2: Masak bahan utama (siklus Calvin). Energi dari langkah pertama dipakai untuk menggabungkan karbon dioksida dengan hidrogen. Langkah ini tidak butuh cahaya secara langsung, jadi kadang disebut reaksi gelap.

Langkah 3: Sajikan. Hasilnya adalah glukosa, gula yang menjadi makanan dan sumber energi tumbuhan.

Hasil

Satu "porsi" fotosintesis bisa ditulis dalam satu rumus:

6CO₂ + 6H₂O + cahaya → C₆H₁₂O₆ + 6O₂

Artinya, enam molekul karbon dioksida dan enam molekul air, dengan bantuan cahaya, menghasilkan satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen.

Tips dari juru masak

Kalau resep ini kurang cahaya, kurang air, atau kurang karbon dioksida, hasil masakannya juga berkurang. Itu sebabnya tanaman yang disimpan di tempat gelap lama-lama layu.

Semoga catatan ini membantu yang sedang belajar untuk ulangan. Aku sendiri jadi lebih ingat karena membayangkan daun sedang memasak.