Aku sudah lama tahu judul Laskar Pelangi, tapi baru benar-benar membacanya bulan ini. Rencananya hanya satu bab sebelum tidur. Kenyataannya, aku baru menutup buku itu lewat tengah malam.

Ceritanya tentang apa

Novel karya Andrea Hirata ini bercerita tentang sepuluh anak yang bersekolah di SD Muhammadiyah di Belitong. Sekolahnya sangat sederhana dan hampir ditutup karena muridnya kurang dari sepuluh orang. Ceritanya dituturkan oleh Ikal, salah satu murid, dan mengikuti mereka dari hari pertama sekolah sampai dewasa.

Yang aku suka

Tokoh-tokohnya terasa hidup. Ada Lintang, anak nelayan yang luar biasa pintar dan harus bersepeda sangat jauh setiap hari untuk sampai ke sekolah. Ada Mahar yang penuh imajinasi dan jago seni. Ada Bu Muslimah, guru yang mengajar dengan sabar meski fasilitasnya serba kurang. Aku merasa mengenal mereka satu per satu.

Lucu dan sedih di halaman yang sama. Banyak bagian yang membuatku tertawa sendiri, lalu beberapa halaman kemudian aku harus berhenti sebentar karena mataku basah. Bagian tentang Lintang menjelang akhir buku adalah salah satu yang paling sulit aku lupakan.

Membuatku bersyukur. Aku sering mengeluh soal sekolah: AC yang tidak dingin, wifi yang lambat. Setelah membaca buku ini, keluhan itu terasa kecil sekali.

Yang kurang

Beberapa bagian penuh deskripsi panjang dan istilah ilmiah yang membuatku harus membaca ulang. Alurnya juga kadang melompat-lompat. Tapi itu tidak mengurangi keinginanku untuk terus membaca.

Cocok untuk siapa

Untuk siapa saja yang pernah merasa sekolah itu membosankan. Buku ini mengingatkan bahwa bisa belajar adalah sesuatu yang patut diperjuangkan.

Nilaiku: 4,5 dari 5. Setengah poin aku simpan karena aku jadi kurang tidur.